sejenak luangkan masa

the other side of triplezet

Jakarta, Saya Juga Pernah Menjadi Wargamu

Posted by zfly pada Juni 16, 2009

Benar, saya pernah menjadi warga Jakarta. Tapi itu dulu, waktu saya masih berumur 3 tahun!

Bagi seorang balita, tentu tidak banyak yang saya ingat tentang Jakarta pada waktu itu. Teman-teman waktu masih kecil saja sudah tidak ingat. Yang paling saya ingat cuma rumah kami yang ketemu dinding sama tetangga sebelah. Jadi kalo bicara agak keras, kedengaran deh obrolan tetangga, hehe… Lalu kamar yang cuma 1 buah. Televisi hitam putih, radio merk Philip, lantai cor semen, gang sempit dengan parit yang disemen.

Kenapa keluarga kami tinggal di Jakarta? Inilah cerita almarhum Bapak yang masih saya ingat:

Waktu itu, di tahun 70-an, Bapak ditugaskan dari kantornya ke Jakarta, katanya mendapat tugas pendidikan selama 2 tahun. Jadi otomatis tinggal di sana dan keluarga diboyong semua. Waktu itu anak-anaknya baru 2 orang, kakak perempuan saya dan saya sendiri. Kakak saya berumur sekitar 4 tahunan, namun sudah cukup ingat tentang masa kecil kami di Jakarta dibanding saya.

Persaingan hidup di Jakarta, masih kata almarhum Bapak, sudah demikian kerasnya. Tentu saja, sebagai kepala keluarga, Bapak yang saat itu sedang tugas pendidikan juga harus menghidupi kami sekeluarga, disamping dia harus juga konsentrasi buat menyelesaikan pendidikannya. Tunjangan pendidikan dari kantor memang ada, namun tidaklah sebanding dengan kebutuhan sehari-hari. Keadaan ini otomatis membuat Bapak mesti banting tulang mencari tambahan. Well… itu lah hidup. Buat bertahan hidup, harus bekerja keras.

Pernah rasanya dulu saya melihat almarhum Bapak, tengah malam duduk di ruang tamu rumah kami, sedang menyusun lembaran-lembaran kertas yang tidak saya mengerti. Dan itu hampir setiap malam. Menurut cerita Ibu, ternyata Bapak menyusun semacam diktat atau buku2 yang dipesan orang-orang. Dari situlah rupanya Bapak dapat penghasilan tambahan. Dan banggaku buatmu Bapak🙂

Lainnya yang masih terekam di otak saya yaitu daerah tempat tinggal rumah kami ternyata daerah langganan banjir. Waktu itu sedang banjir dan saking tingginya air sampai naik ke rumah. Lalu bapak menyusun papan-papan di sisi-sisi antar tiang, sehingga seolah menjadi lantai tambahan yang letaknya lebih tinggi dari lantai rumah, kemudian kasur diletakkan diatas, sehingga Ibu, Kakak dan Saya bisa tidur dan aman dari banjir. Sementara Bapak dan tetangga sebelah berupaya menimba air dalam rumah.

Diantara yang paling membahagiakan kami sekeluarga waktu tinggal di Jakarta itu adalah saat adik perempuan saya lahir. Ya, jadinya adik saya betul2 anak Jakarte, kelahiran Jakarte.

Tidak terasa bagi saya tinggal di Jakarta, tak terasa pula 2 tahun disana. Dan Bapak juga selesai pendidikannya. Kami sekeluarga kembali ke Kalimantan meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta. Home sweet home…🙂

Tak pernah terlintas ucapan Bapak kepada kami untuk tinggal di Jakarta. Dari dulu waktu di Jakarta sampai beliau meninggal dunia. Mungkin bapak dengan pengalaman hidupnya sudah menyadari bahwa Jakarta bukan tempat untuk ditinggali. Tempat tinggal kami tetap disini.

Jakarta, di usia 482 tahun ini, tetaplah Jakarta yang keras kehidupannya, sempit lapangan kerjaan, polusi tak usai, banjir tetap langganan, gelandangan pengemis tidak berkurang, sampah yang tiap hari bertambah dan banyak lagi masalah sosial yang perlu dipecahkan.

Meski setumpuk masalah di Jakarta, bagi saya Jakarta tetaplah sebuah metropolitan tempat saya pernah dibesarkan, tempat saya menghirup udaranya, bermain dengan “anak-anaknya”, menangis dan tertawa bersamanya.

Selamat ulang tahun Jakarta… dan saya juga pernah menjadi wargamu🙂

26 Tanggapan to “Jakarta, Saya Juga Pernah Menjadi Wargamu”

  1. Pe'es said

    Hmm… Jakarta, melihat hiruk-pikuknya saja sudah sangat melelahkan… Salam hangat🙂

    itu diaa bro… hiruk pikuknya gak pernah henti.. salam hangat jg🙂

  2. Jakarta sebuah kota yang sarat dengan kenangan indah.

    orang tuamu mempunyai pilihan yang bagus dan menikmati kehidupan di tempatmu juga adalah bagus . aku salut buat orang tuamu

    ho’ooh bro… mereka memutuskan utk tetap tinggal di kampung halamannya, disini. tanah kalimantan

  3. uni said

    Assalamu’alaikum kak ^_^, hmmm uni juga pernah menghabiskan waktu 2 tahun di Jakarta, kota kerja, yang sesekali kurindu.

    wa’alaikum salam uni…
    hemmm… rupanya pernah jadi warga jakarta pulak si Uni, pantas lah jika kangen🙂

  4. warm said

    Tak ada hbs cerita ttg ibukota ya.
    Keren

    yapp bro… kota harapan, impian dan tantangan.

  5. yangputri said

    jakarta oh jakarta ……

    i love jakarta……

    love juga ya dg jakarta, put…

  6. sampai saat inipun blue masih warga jakarte.
    salam persahabatan selalu
    salam hangat selalu

    owh, warga jakarta ya blue. ok, salam persahabatan juga🙂

  7. julie said

    jakarta yang memuakkan
    tapi terpaksa lah aku terdampar di sini

    hemmm… gimana kalo ke kalimantan aja Jul ? asik loh🙂

  8. Acha said

    Jakarta.., sy malah baru 2 kali ke Jakarta, ga lama juga malah…
    Selamat ulang tahun Jakarta, Ibukotanya Republik Indonesia..

    ya lumayan lah 2 kali, drpada gak pernah, hehe… met ultah jg jakarta

  9. mrpsycho said

    rumah dempet2at di gang sempit,jakarta banget ya,tapi yg dikenal dari jakarta,ya gedung2 pencakar langit saja

    ho’oh, dempet2 kek gitu identik dgn kekumuhan sih, tapi yaa gitu lah realita nya bro

  10. erza said

    suka duka Jakarta… Nice

    Jakarte punye cerite, thank

  11. udinkoxx said

    begitu mengentuh ceritanya bro.. salut🙂

    tengkiyu… tengkiyu bro. cuma sepenggal kisah masa kecil yg masih tersisa🙂

  12. hmm…jakarta, kota yg indah namun byk jg masalah di dalamnya

    lam kenal, silahkan mampir ya?

    yapp… akur. indah tapi bnyk persoalan yg musti diatasi. thx balik n ntar mampir dh

  13. Eyang said

    Kisah yg tak terlupakan

    pasti!

  14. coolk45 said

    TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA…
    SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!

  15. SYmb4H3 said

    TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA…
    SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!

    dimana2 koment n salam sama terus. diubah gitu mbah😆

  16. andivan said

    salut sama bapaknya pekerja keras dan sayang keluarga..
    Aku ogah ah tinggal di Jakarta..😀

    tengkiyu Bu… semua bapak pasti lah sayang n slalu kerja keras buat keluarganya. hemm.. bener nih ogah tinggal di jakarta😀

  17. Gunawan said

    Aku mending tinggal di kalimantan..udaranya sejuk.

    kalau kota di kalimantan juga udah mulai panas bro, yg sejuk di luar kotanya. hehe..

  18. ucie06 said

    Kenangan yang tak terlupakan🙂

    sedikit yg diingat sih, tapi tetap ingat terus🙂

  19. sucimanize said

    nice story…..

    jakarta ohh jakarta…

    bagaimanapun keadaan kota jakarta dengan hiruk pikuk yang membuat lelah aku tetap wargamu

    i love jakarta

    yapp… baik buruknya Jakarta, dia tetap kotamu sucie… n ibukota republik ini.🙂

  20. yoana said

    Pasti tak terlupakan,Jakarta dan kenangannya🙂

    ho’oh, tak terlupakan masa kecil yg msh kuingat Yo🙂

  21. an9el said

    jakarta….
    aku blom pernah merasakan hiruk pikukmu🙂

    maka…. rasakanlah Jakarta, semua ada kek nya🙂

  22. sekartaji said

    tinggal di jakarta keknya nggak enak ya..😆

    kek nya gak enak sih, itu tadi polusi, hiruk pikuk khidupan seolah gak perduli.. individualis kek nya jg.😀

  23. Idana said

    Jakarta…aku pernah mengunjungimu sekali saja,jadi tak ada yg bs kuceritakan

    kapan ke Jakarta Da? kok gak bilang2😀

  24. Acha said

    Jakarta sampai kapan kau sanggup memikul beban kehidupan ..ya ekonomi, ya adm pemerintahan …?
    Sy khawatir Jakarta ga bisa bertahan lama …
    Di USA saja yg negara maju, pusat pemerintah dan pusat ekonomi / bisnis di pisah… ada washington dc dan newyork ..
    _salam anget_

    tergantung kebijakan petinggi negeri ini mau dibawa kemana arah Jakarta di masa depan. Jangan sampai masa mendatang Jakarta makin tak karu-karuan. Salam juga🙂

  25. djayarus said

    Betawi…Jakarte tempo doeloe
    Kini Jakarta…penuh ama hutan beton…
    hari2 macet…ceetttttt
    kalo gak macet…bukan Jakarte…hehe

    itulah jakarta bro. wajah kesehariannya… hehehe..

  26. johan2158 said

    Selamat Ulang Tahun ke 482 Kota Jakarta, semoga Jkt semakin indah, menyenagkan dan nyaman baik untuk dihuni maupun dikunjungi.

    semoga Jakarta makin menyenangkan, met ultah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: